Republik Afrika Selatan dan Republik Indonesia membuka hubungan diplomatik pada bulan Agustus 1994. Kedutaan Republik Afrika Selatan didirikan pada bulan Januari 1995 di Jakarta.
Afrika Selatan dan Indonesia adalah anggota Gerakan Non-Blok yang aktif, dan telah bekerja sama dengan erat dalam meningkatakan prinsip – prinsip kerjasama Selatan – Selatan. Kedua negara telah memainkan peranan penting dalam meningkatkan peranan Selatan dan meningkatkan dialog Utara – Selatan. Suatu hal yang patut digarisbawahi adalah pada saat Indonesia menjadi tuan rumah Konperensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, Indonesia mengundang the ANC sebagai wakil dari Afrika Selatan untuk konperensi ini.
Perjanjian Komisi Bersama ditandatangani pada bulan Maret 2004 untuk memastikan pendekatan yang lebih terkoordinasi dalam mencapai kepentingan bilateral yang sama antara Afrika Selatan dan Indonesia. Pertemuan Komisi Bersama yang pertama dilakukan di Pulau Batam, Indonesia dari tanggal 24 – 25 Pebruari 2008.
Afrika Selatan dan Indonesia bekerjasama dalam menkoordinasikan kegiatan – kegiatan New Asia-Africa Strategic Partnership (NAASP) / Kemitraan Strategis Asia – Afrika Baru. Kedua negara juga memiliki mandat untuk menjadi co-chair Pertemuan Asia – Afrika mendatang yang dijadualkan akan diselenggarakan di Afrika Selatan pada tahun 2010. Tanggungjawab sebagai tuan rumah bersama memberikan platform yang lain untuk hubungan dan pemahamam yang lebih dekat antara kedua negara.
Pada tahun 2008, Presiden melakukan kunjungan kenegaraan ke Afrika Selatan mulai tanggal 17 – 18 Maret 2008 dengan menandatangani Strategic Partnership Joint Declaration (Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis) yang memiliki arti penting untuk meningkatkan hubungan kedua negara yang telah lama terjalin menuju ke tingkat yang baru.
Duta Besar Republik Afrika Selatan untuk Republik Indonesia saat ini adalah Dr Noa Noel Lehoko.
  
Related Article - A Cultural Link Spanning
Three Centuries - the Story of the Cape Malay
|